Tampilkan postingan dengan label Metopen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metopen. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Desember 2015
Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Harvard Format APA Style
Gaya penulisan daftar pustaka menurut APA(American Psychological Association) adalah gaya yang mengikuti format Harvard. Beberapa ciri penulisan daftar pustaka dengan APA style adalah:
1. Tanggal publikasi dituliskan setelah nama(-nama) pengarang.
2. Referensi di dalam isi tulisan mengacu pada item di dalam daftar pustaka dengan cara menuliskan nama belakang (surname) pengarang diikuti tanggal penerbitan yang dituliskan di antara kurung.
3. Urutan daftar pustaka adalah berdasarkan nama belakang pengarang. Jika suatu referensi tidak memiliki nama pengarang maka judul referensi digunakan untuk mengurutkan referensi tersebut di antara referensi lain yang tetap diurutkan berdasarkan nama belakang pengarang.
4. Daftar pustaka tidak dibagi-bagi menjadi bagian-bagian berdasarkan jenis pustaka, misalnya buku, jurnal dan sebagainya.
5. Judul referensi dituliskan secara italic. Jika daftar pustaka ditulis tangan maka judul digarisbawahi.
Berdasarkan jenis referensi, berikut ini adalah panduan dan contoh penulisan daftar pustaka berdasarkan APA style:
Selasa, 08 Desember 2015
Langkah-langkah Penelitian
Langkah Penelitian - Rancangan penelitian
merupakan awal dari proses pelaksanaan suatu penelitian yang hendak dilakukan,
dengan demikian berarti masih terdapat kegiatan lain yang juga harus ditempuh.
Di dalam melakukan penelitian ilmiah, kita harus melalui langkah-langkah
tertentu dengan sistematis atau yang disebut dengan prosedur penelitian. Oleh
karena itu pada dasarnya langkah-langkah penelitian yang dimaksud yaitu sebagai
berikut ini :
1. Membuat Sebuah Rancangan Penelitian
Seorang peneliti harus menyusun rancangan penelitian atau yang disebut dengan proposal penelitian, hal ini termasuk langkah-langkah yang sangat penting. Sebenarnya proposal penelitian bisa juga menentukan keberhasilan kegiatan penelitian.
1. Membuat Sebuah Rancangan Penelitian
Seorang peneliti harus menyusun rancangan penelitian atau yang disebut dengan proposal penelitian, hal ini termasuk langkah-langkah yang sangat penting. Sebenarnya proposal penelitian bisa juga menentukan keberhasilan kegiatan penelitian.
Senin, 07 Desember 2015
ANALISIS DATA KUALITATIF
a.
Setting alamiah atau wajar
Pendekatan kualitatif menggunakan setting
alamiah natural setting sebagai sumber data utama dalam pendekatan kualitatif
dikumpulkan secaralangsung dari lingkungan nyata dalam situasi sebagaimana
adanya diaman subyek melakukan kegiatan sehari-hari
b.
Peneliti sebagai instrument utama
Dalam pendekatan kualitatif peneliti
sendiri merupakan instrument utama
c.
Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif
data yang terkumpul kata-kata atu gambar.
Bukan angka-angka. Tulisan hasil pendekatan berisi kutipan-kutipan dari
kumpulan data
d.
Mementingkan proses daripada hasil
e.
Analisis data secara induktif
f.
Makna adalah esensial dalam penelitian
kualitatif
Makna atau meaning adalah esensial dan
mendapat perhatian utama dalam penelitian kualitatif. Peneliti cenderung
tertarik pada apa yng disebut participant perspective. Focus pertanyaannya
seperti: asumsi-asumsi apa yang diyakini oleh orang-orang
g.
Laporan bernada studi kasus
h.
Interpretasi idiografik
Dalam memasuki setting atau lapangan penelitian ada tiga
kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti
a.
Memasuki organisasi
b.
Menemui public
c.
Menemui pribadi yang bersangkutan
Data statistic dan kuantitatif
Data kuantitatif dapat dimanfaatkan untuk memberikan
keterangan secara deskriptif dalam penelitian kualitatif data kuantitatif dapat
meyakinkan peneliti akan pernyataan subyek secara verbal. Fungsi data
kuantitaif tersebut adalah sebagai pelengkap
Adapun tekhnik sampling dalam evaluasi
Pemilihan sample
1.
Accidental sampling
2.
Purposive sampling
3.
Quota sampling
4.
Snowball sampling: berhenti ketika data yang
didapat sudah jenuh.
Metode pengumpulan data dalam pendekatan kualitatif lazimnya
menggunakan pengamatan berperan serta “ participant observation” dan wawancara
mendalam “indepth interview”
a.
Pengamatan berperan serta
b.
Wawancara mendalam “indepth interview”
Senin, 30 November 2015
Mixed Method
Seiring dengan perkembangan zaman penelitian terus
berkembang dan muncullah kombinasi antara penelitain kualitatif dan penelitian
kuantitatif yang disebut dengan mixed method. Mixed method research design (rancangan penelitian
metode campuran)adalah suatu prosedur untuk
mengumpulkan, menganalisis, dan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam suatu penelitian atau serangkaian penelitian
untuk memahami permasalahan penelitian (Creswell & Plano Clark, 2011). Jika
menggunakan rancangan penelitian ini, harus memahami penelitian kuatitatif
maupun kualitatif. Hal ini membuat tipe rancangan penelitian ini membutuhkan
keterampilan-ketrampilan tertentu. Di samping itu, prosedurnya memakan banyak
waktu, membutuhkan pengumpulan dan analisis data ekstensif, dan mungkin
mengharuskan untuk berpartisipasi dalam suatu tim penelitian dengan beragam
keterampilan ketika menggunakannya. Selain itu, penelitian metode campuran ini
bukan sekedar mengumpulkan dan menganalisis dua penelitian yang berbeda
kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan proses menggabungkan,
menyatukan, menghubungkan (membuat basis data yang satu dan menjelaskan basis
data yang lain), membangun (membuat basis data dan yang satu membangun sesuatu
yang baru yang digunakan dalam basis data yang lain).
Senin, 23 November 2015
Rangkuman Tekhnik Sampling
Sample adalah subset dari populassi
Get information about large populasi
-
Less costs
-
Less field time
-
More accuracy i.e. can do a better job of data
collection
-
When its imposible
Target population
The population to be studied/ to which the investigator
wants to generalize his result
-
Sampling unit
Sampling unit from which sample can be
selected
-
Sampling frame
List of all the sampling units from which
sample is drawn
-
Sampling scheme
Method of selecting sampling unit from sampling
frame
Selasa, 03 November 2015
ANALISIS DATA KUANTITATIF
Analisis
data diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga
karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami
dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan
kegiatan penelitian.
Analisis data dibagimenjadi 2
1. kuantitatif
-
Deskriptif
Sesuai dengan
namanya, deskriptif hanya akan mendeskripsikan keadaan suatu gejala yang telah
direkam melalui alat ukur kemudian diolah sesuai dengan fungsinya. Hasil
pengolahan tersebut selanjutnya dipaparkan dalam bentuk angka-angka sehingga
memberikan suatu kesan lebih mudah ditangkap maknanya oleh siapapun yang
membutuhkan informasi tentang keberadaan gejala tersebut Fungsi statistik
deskriptif antara lain mengklasifikasikan suatu data variabel berdasarkan
kelompoknya masing-masing dari semula belum teratur dan mudah diinterpretasikan
maksudnya oleh orang yang membutuhkan informasi tentang keadaan variabel
tersebut. Selain itu statistik deskriptif juga berfungsi menyajikan informasi
sedemikian rupa, sehingga data yang dihasilkan dari penelitian dapat dimanfaatkan
oleh orang lain yang membutuhkan. Analisi statistic deskriptif dapat dibedakan
menjadi : (1) analisis potret data (frekuansi dan presentasi), (2) analisis
kecenderungan sentral data (nilai rata-rata, median, dan modus) serta (3)
analisis variasi nilai (kisaran dan simpangan baku atau varian
-
Inferensial
Pemakaian
analisis inferensial bertujuan untuk menghasilkan suatu temuan yang dapat
digeneralisasikan secara lebih luas ke dalam wilayah populasi. Di sini seorang
peneliti akan selalu berhadapan dengan hipotesis nihil (Ho) sebagai dasar
penelitiannya untuk diuji secara empirik dengan statistik inferensial. Jenis
statistik inferensial cukup banyak ragamnya,Peneliti diberikan peluang
sebebas-bebasnya untuk memilih teknik mana yang paling sesuai (bukan yang
paling disukai) dengan sifat/jenis data yang dikumpulkan. Secara garis besar
jenis analisis ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama untuk jenis penelitian
korelasional dan kedua untuk komparasi dan/atau eksperimen. teknik analisis
dengan statistic inferensial adalah teknik pengolahan data yang memungkinkan
peneliti untuk menerik kesimpulan, berdasarkan hasil penelitiannya pada
sejumlah sampel, terhadap suatu populasi yang lebih besar. Kesimpulan
yang diharapkan dapat dibuat biasanya dinayatakan dalam suatu hipotesis. Oleh
karena itu, analisis statistik inferensial juga bisa disebut analisis uji
hipotesis. Inferensi yang sering dibuat oleh peneliti pendidikan dan ilmu
social pada umunya berhubungan dengan upaya untuk melihat perbedaan (beda nilai
tengah) dan korelasi, baik anatara dua variabel independent maupun anatara
beberapa variabel sekaligus. Selisih nilai tengah ataupun nilai koefisien
(correlation coeficient) yang dihasilkan kemudian diuji secara statistic
a.
Memenuhiasumsi (mengguanakan statistic
parametric (univariate dan multivariate)
-
Normal
-
Variansihomogen
- dll
Senin, 26 Oktober 2015
Validitas dan Reabilitas
Validitas
Azwar
(1987: 173) menyatakan bahwa validitas berasal dari kata validity yang
mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur
(tes) dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes dikatakan memiliki validitas
yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukur secara tepat atau
memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.
Artinya hasil ukur dari pengukuran tersebut merupakan besaran yang mencerminkan
secara tepat fakta atau keadaan sesungguhnya dari apa yang diukur. Suryabrata
(2000: 41) menyatakan bahwa validitas tes pada dasarnya menunjuk kepada derajat
fungsi pengukurnya suatu tes, atau derajat kecermatan ukurnya sesuatu tes.
Validitas suatu tes mempermasalahkan apakah tes tersebut benar-benar mengukur
apa yang hendak diukur. Maksudnya adalah seberapa jauh suatu tes mampu
mengungkapkan dengan tepat ciri atau keadaan yang sesungguhnya dari obyek ukur,
akan tergantung dari tingkat validitas tes yang bersangkutan. Sudjana (2004:
12) menyatakan bahwa validitas berkenaan dengan ketepatan alat penilaian
terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya
dinilai. Suatu tes yang valid untuk tujuan tertentu atau pengambilan keputusan
tertentu, mungkin tidak valid untuk tujuan atau pengambilan keputusan lain.
Jadi validitas suatu tes, harus selalu dikaitkan dengan tujuan atau pengambilan
keputusan tertentu.
Konsep validitas tes dapat dibedakan
atas tiga macam yaitu validitas isi (content validity), validitas
konstruk (construct validity), dan validitas empiris atau validitas
kriteria. Validitas isi suatu tes mempermasalahkan seberapa jauh suatu tes
mengukur tingkat penguasaan terhadap isi atau konten atau materi tertentu yang
Senin, 19 Oktober 2015
TUGAS VARIABLE MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN DAN PENDIDIKAN
Pengertian Variabel
Pengertian variabel yang
diambil dari wikipedia adalah berubah-ubah, tidak tetap. pengertian lainnya
adalah deklarasi sesuatu yang memiliki nilai bervariasi, kemudian dapat juga
didefiniskan sebagai hal yang berbeda beda dalam bahasa pemprograman yang
diwakili oleh simbol untuk variasi nilai tertentu.
Menurut F.N Kerlinger, variabel
adalah sebuah konsep. Konsep tersebut memiliki nilai yang bermacam-macam.
Variabel dapat merupakan sebuah konsep yang telah diubah, hal ini dilakukan
dengan memusatkan aspek tertentu dari variabel itu sendiri.
Menurut Freddy Rankuti,
pengertian variabel adalah sebuah konsep yang memiliki nilai yang bervariasi,
maka nilai variabel dapat dibedakan menjadi empat tingkatan skala, yaitu rasio,
ordinal, nominal dan internal.Menurut Sutrisno Hadi, definisi
variabel adalah variasi dari objek penelitian, seperti ukuran tinggi manusia
yang divariasikan menjadi tingkatan umur, kelamin bahkan lokasi tinggal manusia
tersebut. Pengertian variabel menurut Bagja Waluya:
Variabel adalah konsep yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap
eksperimen/penelitian (research). Variabel diartikan sebagai gejala yang
memiliki variasi. Menurut Tia Mutiara, Variabel adalah sesuatu yang menjadi
fokus perhatian (center of attention) atau pusat yang memberikan pengaruh
(effect) dan mempunyai nilai (value). Hal ini membuat variabel dapat berubah.Variabel
dapat disebut juga sebagai peubah. Objek penelitian yang dapat menentukan hasil
penelitian juga merupakan variabel. Pengertian Variabel menurut Robbin Pearson, bahwa variabel
adalah semua karakteristik umum yang dapat diukur (measurable) dan dapat
berubah dalam intensitas, keluasan atau keduanya.
Menurut Sugiarto, Definisi variabel adalah karakter yang
akan diobservasi dari unit amatan yang merupakan suatu pengenal atau atribut
dari sekelompok objek. Ciri dari variabel yang dimaksud adalah terjadinya
variasi antara objek yang satu dengan objek lainnya dalam kelompok
tertentu. Definisi Variabel menurut Eddy Soeryanto Soegoto, variabel
adalah objek penting (main object) dalam riset pemasaran. Hal ini penting
karena riset tidak dapat terlaksana tanpa adanya variabel.
Variabel juga dapat berarti sarana untuk memperoleh
pemahaman terhadap masalah (problem) yang sedang diteliti secara benar. Dengan
menggunakan variabel-variabel tertentu, peneliti menguji benar atau tidaknya
asumsi dan rumusan masalah yang sebelumnya sudah dibuat
Senin, 12 Oktober 2015
TUGAS MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN DAN PENDIDIKAN
KERANGKA BERPIKIR
1. Analisis kemampuan berpikir kritis dan matematis siswa dengan tipe kepribadian tertentudalam memecahkan masalah matematika
Senin, 05 Oktober 2015
PERTEMUAN KEEMPAT MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN DAN PENDIDIKAN
Selasa tanggal 29 september 2015 kuliah dilaksanakan digedung lab MIPA
gedung PPG1. Hari ini kami dipersilahkan mempresentasikan apa tugas tentang
kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Presentasi pertama dilaksanakan oleh
aryadi, yang kedua oleh azmi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa dan
yang ketiga oleh Imaludin pengaruh sertifikasi PLPG guru terhadap motivasi dan
kualitas mengajar guru (kinerja guru), pengembangan media pembelajaran
interaktif berorientasi pada kemampuan pemahaman konsep matematika, hubungan
antara motivasi dan minat siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa,
Minggu, 27 September 2015
PERTEMUAN KETIGA MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN DAN PENDIDIKAN
Selasa 22 september 2015 di
gedung Lab MIPA gedung PPG1 kami kembali
melanjutkan kuliah metodologi penelitian dan pendidikan dengan dosen pengajar ibu
DR.Heri Retnowati. Hari ini kami membahas tentang menemukan permasalahan
penelitian. Masalah adalah ketidaksesuaian antara kenyataan dan harapan. Setelah
kami mengetahui apa itu masalah kami diajak ibu untuk diskusi permasalahan penelitian
sebagai berikut,
Penelitian
·
Latar Belakang peningkatan kualitas guru
Kenyataan
|
Harapan
|
1.Berdasarkan hasil riset kemampuan guru matematika menyelesaikan
masalah kurang
2. kompetensi profesionalisme yang kurang
3. hasil pada wawancara 20 guru matematika, 12 orangnya mengcopy RPP
4. hasil pembelajaran siswa tidak memuaskan
5. prestasi belajar siswa belum memuaskan
6. Pelatihan yang dilaksanakan tidak memberikan hasil yang maksimal
|
1 kemampuan guru matematika yang baik
2. menyusun RPP
3. tidak ada guru yang mengcopy RPP lagi
4. hasil pembelajaran siswa memuaskan
5. prestasi belajar siswa memuaskan
6. pelatihan yang dilaksanakan memberikan hasil yang maksimal
|
Solusinya adalah Pelatihan, dapat dikaji pada bab 2. Contohnya
pengembangan model pelatihan. Penelitian dapat dilakukan dengan survei
Poin-poin dar kenyataan dapat dijadikan permasalahan, dan
kumpulan dari kenyataan dapat dijadikan latar belakang
·
Senin, 21 September 2015
PERTEMUAN KEDUA MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
Kuliah
metodologi penelitian dan pendidikan selasa ini 15 september 2015 diruang
kuliah PPG1 Lab MIPA masih melanjutkan pembahasan yang sama mengenai
permasalahan apa saja pada proses belajar mengajar. Kuliah ini seperti minggu
lalu akan dilaksanakan pada pukul 07.30-10.00. hari ini diskusi yang kami
lakukan berbeda dari minggu lalu. Kami boleh mengungkapkan hasil diskusi kami
minggu kemaren dengan cara ditanya satu persatu, dan bagi yang ingin mengemukakan
pendapat dipersilahkan untuk mengangkat tangan. Dan kemudian ibu mempersilahkan
siapa yang ditunjuk beliau untuk berbicara. Selagi mahasiswa mengungkapkan
pendapat beliau menuliskan pendapat kami di laptopnya agar semua mahasiswa
dapat melihat pendapat tersebut. Dan inilah hasil pembahasan secara
bersama-sama setelah digabung dengan hasil diskusi minggu kemaren
Minggu, 13 September 2015
PERTEMUAN PERTAMA MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
8 september 2015
adalah hari dimana kami mahasiswa Pascasarjana pendidikan matematika kelas A
memulai kuliah pertama kami di mata kuliah metodologi penelitian pendidikan.
Kuliah ini dilaksanakan digedung Lab.Mipa ruang PPG1 lantai 2. Kuliah akan
dilaksanakan pada pukul 07.30-10.00. Setelah menunggu tidak begitu lama dari
jadwal yang ditentukan ibu dosen yang mengajar kelas kami yaitu ibu DR.Heri
Retnowati hadir didalam kelas. Dikarenakan beliau memiliki sedikit permasalahan
pada jam kuliah yang bertabrakan. Maka beliau memberikan kami tugas terlebih
dahulu untuk didiskusikan selagi beliau menyelesaikan pembelajaran dikelas
lainnya. Kelas dibentuk menjadi 9 kelompok, yang terdiri dari 2-3 anggota
kelompok. Permasalahan yang akan kami diskusikan adalah permasalahan apa saja
pada proses belajar mengajar yang timbul dari kacamata Guru, Siswa, kepsek, dinas
pendidikan, dan orang tua.
Langganan:
Postingan (Atom)